This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 17 Agustus 2018

Kemerdekaan dan Transformasi Pendidikan Abad 21



Jika 17 Agustus 1945 merupakan proklamasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka 20 Mei 1908 dapat dikatakan sebagai “proklamasi” kesadaran untuk berke-Indonesiaan. Para pemuda pelajar STOVIA menegaskan tujuan organisasi Budi Utomo untuk memulai gerakan nasional umum, meninggalkan zaman kolonial menuju zaman nasional. 

Singkatnya Budi Utomo membangunkan bangsa Indonesia. Setelah Budi Utomo secara beruntun lahir organisasi-organisasi pergerakan kemerdekaan nasional seperti Sarekat Islam, Indische Partij, dan Partai Nasional Indonesia. Aktifis pergerakan nasional kita saat itu banyak datang dari golongan pelajar dan pemuda. Mereka menjadi tonggak dan roh pergerakan kemerdekaan bangsa dengan visi modern dan semangat menyala-nyala. Warna pergerakan lama yang bersifat kedaerahan ditinggalkan dan digantikan dengan warna nasionalistis dan revolusioner.

Pendidikan tinggi yang dikecap pelajar pribumi membuka mata, telinga, dan hati mereka. Pendidikan tinggi tersebut memberi keterampilan memaknai informasi dan bermuara pada gerakan perjuangan yang terorganisir, dengan visi kebangsaan. Pada akhirnya gerakan pemuda dan pelajar Indonesia itu mengantarkan bangsa kita ke pintu gerbang kemerdekaan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Dapat disimpulkan karena pendidikanlah bangsa Indonesia bangun, bangkit dari keterkukungan visi dunia yang sempit. Pendidikan menjadi kunci terciptanya kesadaran perlunya persatuan dalam mencapai cita-cita bersama sebuah bangsa. Sukarno, Hatta, Syahrir, merupakan sebagian kecil dari bangsa Indonesia yang merasakan pendidikan tinggi pada zaman itu. Pendidikan menginspirasi mereka menjadi manusia tangguh, cerdas dan tangkas dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan mereka berhasil!

5 Prinsip Transformasi Pendidikan Indonesia Abad 21



Apakah pendidikan yang dikecap oleh pelajar kita saat ini dapat membekali mereka dalam menghadapi perubahan zaman abad ke-21 sebagaimana generasi Budi Utomo, generasi 1928, dan generasi 1945? Dalam menjawab tantangan abad ke-21 ini sistem pendidikan perlu bertransformasi, bukan sekedar reformasi. Reformasi hanyalah bentuk lebih baik dari apa yang selama ini kita telah lakukan; sedangkan transformasi berarti menjadi sebuah bentuk yang berbeda dari apa yang sudah ada selama ini.

Menurut saya ada lima prinsip utama dalam transformasi pendidikan Indonesia. 

Pertama, pendidikan harus memerdekakan. Ia tidak boleh menjadi penjara kreatifitas dan imajinasi siswa. Ia tak boleh mengerdilkan dan menindas peserta didiknya yang kejeniusannya tidak bisa dibuktikan lewat ujian tertulis semata. Bentuk tes standardisasi seperti ujian nasional tidak boleh dijadikan dewa dalam penentuan kualitas dan hasil belajar siswa. Perlu dicari bentuk asesmen komprehensif yang dapat mengakomodasi dan mengapresiasi berbagai macam bentuk kecerdasan, daya imajinasi dan kreatifitas. Inovasi untuk kemajuan bangsa takkan mungkin lahir dari pendidikan yang memenjarakan imajinasi dan kreatifitas.

Kedua, pendidikan tidak boleh membungkam rasa ingin tahu siswa yang tak tersentuh oleh buku teks dan soal ujian. Proses belajar mengajar seharusnya tidak berpusat pada guru, sekolah, kurikulum, orang tua, apalagi penguasa, tapi menginspirasi siswa untuk memberi jutaan pertanyaan tentang hal-hal yang nyata di sekitar mereka. Inspirasi yang menggerakkan mereka untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan jawaban dari sumber-sumber pembelajaran yang ada. Inilah yang sebenarnya dimaksud dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Pembelajaran pun akan menjadi hidup karena ia kontekstual dan relevan.

Ketiga, pendidikan memberi contoh konsisten implementasi tutur, tindak dan perilaku norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Ia tidak boleh memodelkan cara berbuat curang, termasuk kolusi, korupsi, maupun manipulasi karena alasan apa pun. Guru dan segenap elemen di sekolah harus menjadi contoh dalam bertindak dan berperilaku yang baik. Ing ngarso sung tulodo. Demikian pesan dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara. Keteladanan adalah kunci pembentukan karakter, tak perlu penambahan porsi mata pelajaran karakter atau pendidikan moral. Tanpa karakter dan moral, pendidikan tak punya fondasi, tak punya roh dan jiwa, sehingga ia hanya hampa tanpa makna yang sesungguhnya.

Keempat, pendidikan harus menjadi bagian pembangunan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Ia tidak boleh boleh menyemai bibit curiga, benci, dendam, dan permusuhan, baik karena hal suku, ras, kelas, harta, agama, antar golongan, dan antar bangsa. Idealnya dalam satu ruang kelas di Indonesia terlihat keanekaragaman agama, suku dan kelas sosial. Misalnya ada orang Jawa, Batak, Maluku, Cina, dan Minahasa. Ada orang Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Ada anak tukang becak, petani, direktur dan pengusaha. Disanalah terjadi pembelajaran multikulturalisme yang efektif, melalui interaksi bersama di bangku sekolah sejak dini. Tanpa interaksi dan komunikasi yang baik mustahil tercipta saling pengertian dan saling memiliki sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mustahil terwujud jiwa Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan harus memerdekakan kita dari sekat-sekat parokial dan primordial.

Terakhir, yang paling penting dari semua, pendidikan harus menciptakan budaya belajar yang dicontohkan semua guru. Guru pembelajar menghasilkan pengajaran yang berkualitas. Guru pembelajar selalu mencari pengetahuan terkini dan terus mencari berbagai cara mengajar kreatif dan efektif. Guru pembelajar menginspirasi siswa dan masyarakat untuk gandrung belajar. Karena itu guru pembelajar akan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Dan pada akhirnya jika budaya belajar menjadi ciri khas setiap sekolah kita maka bangsa kita akan menjadi bangsa pembelajar. Dan jika kita menjadi bangsa pembelajar maka kita memiliki modal yang sangat kuat dalam memenangi persaingan global abad ke-21.

Transformasi pendidikan secara fundamental dan sungguh-sungguh adalah mutlak untuk membangkitkan bangsa Indonesia saat ini sebagaimana bangkitnya generasi Budi Utomo. Karena pendidikanlah bangsa Indonesia bangun dari keterkukungan visi dunia yang sempit. Karena pendidikanlah tercipta kesadaran persatuan dalam mencapai cita-cita bersama sebagai sebuah bangsa. Dan hanya dengan pendidikanlah kita dapat menjadi bangsa yang besar, produktif, inovatif, dan bermartabat. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memerdekakan, mencerdaskan, memberi inspirasi dan memberdayakan. Pendidikan yang tut wuri handayani, ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulodo – yang memotivasi, memberi semangat dan teladan yang baik. Pendidikan dimana belajar menjadi norma utamanya. Pendidikan yang menjadikan kita a learning countrya learning society, bangsa yang gemar belajar, yang menghargai pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik akan menjadi modal utama kita menjadi manusia tangguh, cerdas dan tangkas seperti Wahidin Sudirohusodo, Sukarno, Hatta dan Syahrir, dan kita harus berhasil karena kita tidak punya pilihan lain.



Smart Teachers yang baik,

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari perjuangan para pendiri bangsa.
Kemerdekaan Indonesia tidak akan ada kalau bukan karena mereka yang melihat visi ke depan, membuat perencanaan yang matang, dan bekerja keras, demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia. Sejarah telah mencatat kebaikan mereka.
Sebagai pendidik, semoga nilai-nilai perjuangan ini tidak luntur dari diri kita.
Mari bekerja sama mengejar berbagai ketinggalan sumber daya maupun kompetensi.
Mari berusaha mewujudkan semangat dan kemajuan warga sekolah (guru dan siswa). Mereka akan mengingat pengorbanan kita.




#DirgahayuRepublikIndonesia
#UlangTahunKe73

*Tulisan ini merupakan bagian dari artikel yang lebih panjang lagi di buku "Peluang dan Tantangan Pendidikan Abad 21" terbitan STKIP Kebangkitan Nasional-Sampoerna School of Education, 2018

Jumat, 10 Agustus 2018

Guru Ideal Di Era Global


Guru merupakan unsur penting di dalam keseluruhan system pendidikan. Menurut UU No. 14 tahun 2005 guru merupakan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidkan menengah.
Pekerjaan profesional dapat dikelompokkan kedalam dua kategori : Hard Profession dan  Soft Profesion. Suatu pekerjaan dapat dikategorikan sebagai hard profession apabila pekerjaaan tersebut dapat didetailkan dalam prilaku dan langkah-langkah yang jela dan relatif pasti.Profesi guru adalah lebih cocok dikategorikan sebagai soft profession.  Karena dalam mengajar guru dapat melaksanakan dengan berbagai cara yang tidak harus mengikuti suatu prosedur baku, dan aspek dan “sense” dan “art” memegang peran yang amat penting. Misalnya, mungkin saja seorang guru mengajar dengan menyajikan kesimpulan pada awal pelajaran yang kemudian baru dilaksanakan pembahasan. Pada kesempatan lain, ia mengajar dengan menyampaikan bahasan dulu baru menarik kesimpulan. Kalau dokter membedah dahulu baru kemudian membius bearti berarti dokter tersebut melakukan malpraktek, dan pasti akan menghasilkan kecelakaan.
Mengajar merupakan suatu seni untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diarahkan oleh nilai-nilai pendidikan, kebutuhan-kebutuhan individu siswa, kondisi lingkungan,  dan keyakinan yang dimiliki oleh guru. Dalam proses belajar mengajar, guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik, mengekspresikan ide-ide dan kretifitasnya dalam batas norma-norma yang ditegakan secara konsisten. Sekaligus guru akan berperan sebagi model bagi para siswa. Kebesaran jiwa, wawasan dan pengetahuan guru atas perkembangan masyarakatnya akan mengantarkan para siswa untuk dapat berfikir melewati batas-batas kekinian, berfikir untu menciptakan masa depan yang lebih baik. Dalam  melaksanakan tugas tersebut guru akan dihadapkan pada berbagai problem yang muncul dan sebagian besar problem tersebut harus segera dipecahkan serta diputuskan pemecahannya oleh guru itu sendiri pada waktu itu pula. Sebagai konsekuensinya, yang akan dan harus dilakukan oleh guru tidak mungkin dapat dirumuskan dalam suatu prosedur yang baku.
Guru ideal merupakan guru profesional.  Guru profesional merupakan guru yang bisa melakukan tugasnya dengan baik. Guru ideal yang diinginkan oleh siswa adalah guru yang bisa menjalin hubungan baik dengan muridnya. Guru yang bisa menjalin hubungan baik dengan muridnya akan mengerti bagaimana menghadapi murid-muridnya. Guru tersebut mengetahui metode apa yang tepat untuk mengajar muridnya. Guru ideal adalah guru yang memiliki empat kompetensi guru. Guru ideal merupakan guru yang memahami benar profesinya, rajin membaca dan menulis, sensitif terhadap waktu, kreatif dan inovatif.

 ~Yohanes De Brito Babu (Guru Sastra Inggris SMAS K Warta Bakti Kefamenanu)


Rabu, 08 Agustus 2018

Manfaat Blog yang Perlu Kamu Ketahui

Helo Blogs!
Sepertinya tidak akan terelakkan lagi bahwa era blog akan semakin kuat pada masa yang akan datang. Hal ini ditandai dengan semakin banyak orang maupun kalangan bisnis yang sudah merasakan manfaat blog tersebut. Bagi kamu yang belum nge-blog atau masih ogah-ogahan untuk menulis blog, berikut ini ada beberapa manfaat blog yang perlu kamu ketahui supaya kamu lebih semangat dalam nge-blogLet’s see it!

Melatih Kreativitas dan Keterampilan Menulis



Orang yang hobi menulis kemungkinan besar akan senang menulis blog juga. Tetapi gimana untuk orang-orang yang tidak suka menulis? Bagi yang merasa tidak suka menulis dan malahan memutuskan untuk memiliki blog, lama-kelamaan juga akan mulai menyukai menulis. Menulis tentu banyak manfaatnya, menulis juga sebuah keterampilan, dan keterampilan menulis itu bisa semakin diasah ketika seseorang menuliskannya di blog.


Media Aktuliasasi Diri



Dengan blog, kamu akan belajar untuk mengembangkan dan mendalami lebih jauh serta berbagi pengetahuan yang kamu miliki melalui sebuah tulisan. Dengan membagikan dan menuliskan di blog, maka bukan tidak mungkin kamu akan termovitasi untuk melakukan hal positif yang kamu bagikan itu


Menuangkan Ide dan Kreasi
Ide yang kamu miliki jangan hanya dipendam, namun sebaiknya dilakukan atau dijalankan. Ide juga ada baiknya untuk dibagikan ke orang lain, salah satunya dengan menuangkannya melalui tulisan di blog. Manfaatnya untuk orang lain tentu tidak ternilai harganya.

Selain itu, kamu bisa menuangkan kreasi sesuka hatimu. Salah satunya dengan menghias dan mendesain blog yang kamu miliki sedemikian rupa, supaya para pembaca blogmu nyaman membaca artikelmu dan berkeinginan untuk membaca artikel-artikel terbaru yang ada di blog kamu. Contoh yang lain, untuk kamu yang suka hal-hal berbau fotografi atau editingfoto, kamu bisa memajang hasil karyamu ke dalam blogmu.

Menumbuhkan Minat Membaca


“Membaca adalah jendela dunia”, sebuah kata-kata mutiara yang sering kita dengar. Memang benar, dengan kamu menulis blog bukan hanya akan terlatih untuk menulis namun juga akan terlatih untuk membaca. Yang biasanya para blogger lakukan adalah banyak membaca untuk mencari informasi baru, atau menyempatkan membaca postingan supaya bisa memberikan komentar yang relevan di postingan temannya sesama blogger.

Memudahkan dalam Berbagi Informasi
Jaman sekarang pengguna internet bukan hanya mencari informasi, namun bisa juga berbagi informasi. Walaupun sekarang media sosial bisa untuk digunakan sebagai sarana berbagi informasi, tetapi dengan blog kamu akan memiliki tempat tersendiri untuk menuliskan berbagai macam informasi, mulai dari kronologi kejadian yang kamu saksikan hingga resep masakan yang pernah kamu coba. Selain itu, kamu bisa menuliskan informasi seputar kesehatan, teknologi, dan gaya hidup dalam blog kamu.

Media Komunikasi dan Sosialisasi
Blog juga dapat dijadikan tempat bersosialisasi dan sarana komunikasi. Kamu dapat berkomunikasi dengan banyak orang melalui tulisan kamu di blog, tulisan kamu akan dikomentari, dan Anda bisa membalas komentar tersebut. Selain itu Anda juga bisa berkomentar di blog milik orang lain. Selain itu aktivitas saling komentar tersebut terkadang bisa menimbulkan hubungan pertemanan di dunia nyata, bahkan berbagai komunitas blogger juga sering melakukan pertemuan untuk kopi darat dan saling mengenal 

Menambah Wawasan Kamu


Dengan menulis blog, kamu akan merasakan bahwa wawasan kamu bertambah luas. Keinginan untuk selalu meng-update blog membuat kamu berusaha untuk selalu ingin mendapatkan informasi dan pengetahuan baru supaya dapat dituliskan dalam blogmu. Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, kamu bisa membaca artikel blogger lain dan dia juga akan membaca artikel di blog kamu, hal ini tentu akan semakin menambah wawasan.

Media Promosi

Memiliki sebuah blog bukan hanya bisa kamu manfaatkan untuk berbagi informasi, namun bisa kamu manfaatkan juga untuk tempat promosi. Kamu bisa mempromosikan usaha atau produk milik kamu melalui blog tersebut. Seluruh dunia akan bisa membaca dan melihat.

Menambah Uang Saku
Dengan menulis blog, kamu bisa mendapatkan uang. Blog yang dikelola dengan baik dan ramai pengunjungnya bisa dipasangkan iklan, bisa untuk tempat jualan, bisa untuk tempat promosi, sarana review dan lainnya. Sudah banyak yang berhasil menghasilkan puluhan juta perbulan bahkan miliaran pertahun dari blognya. Hebatnya, mereka tidak perlu keluar rumah, tidak perlu macet-macetan dijalan, tapi hanya duduk dirumah dan menulis di blog saja. Contohnya Blog https://sekilaspendidikankita.blogspot.com/  dan http://mimpinntt.blogspot.com/

Itu tadi beberapa manfaat yang bakalan kamu rasakan ketika kamu sudah memasuki dunia blog. Sebenarnya masih ada buuaanyaaak sekali manfaat yang bisa dirasakan ketika nge-blog. Apabila ada tambahan, kamu bisa menambahkannya pada kolom komentar di bawah ini. Jadi, tunggu apalagi, mari nge-blog!

Sumber: JurnalWeb.



Senin, 06 Agustus 2018

Ketum IGI Indonesia, TIK akan Kembali Dijadikan Mata Pelajaran di Sekolah




               Dalam waktu dekat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan kembali menjadikan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) sebagai mata pelajaran (mapel) bukan sekadar bimbingan. Namun, mapel TIK bukan mapel wajib dan hanya menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah yang siap. Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim setelah berkomunikasi dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno tiga hari yang lalu. Menurut Ramli, Nantinya nama mata pelajarannya TIK pun akan berubah menjadi Informatika.
"Tiga hari yang lalu saya kontekan dengan Kepala Balitbang Kemdikbud (Totok Suprayitno) dan beliau bilang kajian tentang Mapel Informatika telah rampung, tapi memang ini belum secara resmi diumumkan oleh Kemendikbud," kata Ramli saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (5/8). Ramli menyampaikan, menurut informasi yang didapat dari Kepala Balitbang Kemendikbud, nantinya materi yang akan diajarkan dari mapel Informatika akan lebih berat dari mapel TIK sebelumnya yang lebih teoritis dan mudah. Mapel Informatika akan mempelajari Computational Thinkingdengan materi STEM Computer Science or Coding Computer Programming.
"Mapel TIK di masa lalu memang tak cukup untuk menjadi mapel karena materinya adalah materi-materi yang terlalu mudah dan dangkal. Dengan computational thinking, mapel Informatika akan jadi lebih keren buat siswa," ungkap Ramli.
Karena itu Ramli berharap apa yang informasikan Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno bisa segera dirilis oleh Kemendikbud secara resmi. Sebab, hal tersebut tentunya akan menjadi kabar baik bagi semua guru TIK yang selama ini tidak jelas statusnya dan hanya dijadikan "bimbingan". Meskipun demikian, lanjut Ramli, tentu saja kemampuan digital harus dimiliki oleh seluruh guru, bukan hanya guru mapel Informatika. Karena selama ini guru mapel informatika banyak direpotkan oleh guru-guru yang tidak mau menguasai kemampuan digital.

Sumber :  REPUBLIKA.co.id  Edisi Minggu 5 Agustus 2018

Vidio : Teknologi Informasi dalam Pendidikan abad XXI

Perkembangan teknologi memang akan selalu pesat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Keadaan demikian tidak bisa kita hindari sebagai seorang pendidik. Bukan berarti kita harus resisten merespon keadaan ini, melainkan kita harus kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi agar pembelajaran pun tidak lagi monoton dan konservatif. Optimalisasi Pemanfaatan ICT Untuk Pembelajaran Abad 21 menjadi sangat mendesak untuk dikembangkan.

Blogers, silahkan simak Vidio Information Technology in Education 21st 




Ini lah yang menjadi tantangan pembelajaran abad 21, kehadiran ICT dalam dunia pendidikan maka dituntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok). dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat. 

Sabtu, 04 Agustus 2018

Permen Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013



Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya peran guru TIK dan KKPI menjadi lebih jelas di Kurikulum 2013 dengan disahkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014 Tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013. Selanjutnya Permendikbud tersebut diperbarui dengan Permendikbud No. 45 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013. Berikut adalah cuplikan dokumen Permen guru TIK dan KKPI tersebut:
BAB III
PERAN, KEWAJIBAN, DAN HAK
Pasal 3
(1) Guru TIK dan guru KKPI dalam pelaksanaan kurikulum 2013 difungsikan menjadi Guru TIK.
(2) Guru TIK berperan sebagai berikut:
  1. membimbing peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah.
  2. memfasilitasi sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan
  3. memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Pasal 4
(1) Guru TIK berkewajiban:
  1. membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran;
  2. memberikan layanan/fasilitasi sesama guru SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran;
  3. memberikan layanan/fasilitasi bagi tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
(2) Guru TIK mempunyai beban kerja membimbing paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per semester pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan pada jenjang yang sama dan/atau lintas jenjang.
(3a) Jumlah peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit berjumlah 40 (empat puluh) peserta didik pada satuan administrasi pangkalnya.
(3) Bimbingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan secara klasikal atau kelompok belajar; dan/atau individual.
(4) Bimbingan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur lebih lanjut dalam Pedoman Teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal yang membidangi pendidik dan tenaga kependidikan
Pasal 5
Guru TIK sebagaimana dimaksud Pasal 2 dan telah melaksanakan beban dan kewajiban kerja berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
BAB IV
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Pasal 6
(1) Guru TIK memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK terhadap peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan..
(2) Guru TIK melaksanakan bimbingan TIK kepada peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka:
  1. mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam rangka untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran; dan
  2. pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah dengan memanfaatkan TIK sebagai sarana untuk mengeksplorasi sumber belajar.
(3) Guru TIK melaksanakan layanan/fasilitasi TIK kepada sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka:
  1. pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran;
  2. persiapan pembelajaran;
  3. proses pembelajaran;
  4. penilaian pembelajaran; dan
  5. pelaporan hasil belajar.
(4) Guru TIK melaksanakan layanan/fasilitasi kepada tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem manajemen sekolah.
Pasal 7
(1) Rincian kegiatan guru TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:
  1. menyusun rancangan pelaksanaan bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK;
  2. melaksanakan bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK per semester;
  3. menyusun alat ukur/lembar kerja program bimbingan dan layanan/ fasilitasi TIK;
  4. mengevaluasi proses dan hasil bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK;
  5. menganalisis hasil bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK;
  6. melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dengan memperbaiki bimbingan dan layanan/fasilitasi TIK;
  7. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  8. membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler;
  9. memberikan layanan/fasilitasi bagi guru dalam penggunaan TIK;
  10. memberikan layanan/fasilitasi bagi tenaga kependidikan dalam penggunaan TIK;
  11. melaksanakan pengembangan diri; dan
  12. melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau membuat karya inovatif
(2) Hasil evaluasi proses bimbingan TIK peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, huruf e, dan huruf f dilaporkan dalam bentuk laporan hasil pembimbingan peserta didik yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan hasil belajar peserta didik.
(3) Laporan hasil pembimbingan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2015/2016


Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014. Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013



Permendikbud No. 45 Tahun 2015. Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013


Jumat, 03 Agustus 2018

Karakteristik Guru Abad 21

Semua pasti setuju jika guru memegang peran kunci pada keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Bahkan secanggih apapun instructional materials yang ada tak akan bisa mengalahkan peran seorang guru. Itu sebabnya, di Finlandia kualitas dan kuantitas guru sangat diperhatikan. Misalnya saja, guru-guru direkrut dari para lulusan terbaik program master, selain itu sekolah menempatkan tiga guru untuk mengajar satu kelas dalam satu waktu. Begitu pula, pada pendidikan abad 21, guru diharap bisa mengubah pendekatannya dari pendekatan gaya lama kepada gaya yang lebih adaptif di zaman ini. Apa saja pendekatan tersebut?




Life-long learner. Pembelajar seumur hidup. Guru perlu meng-upgrade terus pengetahuannya dengan banyak membaca serta berdiskusi dengan pengajar lain atau bertanya pada para ahli. Tak pernah ada kata puas dengan pengetahuan yang ada, karena zaman terus berubah dan guru wajib up to date agar dapat mendampingi siswa berdasarkan kebutuhan mereka.

Kreatif dan inovatif. Siswa yang kreatif lahir dari guru yang kreatif dan inovatif. Guru diharap mampu memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan di dalam kelas.


Mengoptimalkan teknologi. Salah satu ciri dari model pembelajaran abad 21 adalah blended learning, gabungan antara metode tatap muka tradisional dan penggunaan digital dan online media. Pada pembelajaran abad 21, teknologi bukan sesuatu yang sifatnya additional, bahkan wajib.

Reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan penilaian hasil belajar untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif mengetahui kapan strategi mengajarnya kurang optimal untuk membantu siswa mencapai keberhasilan belajar. Ada berapa guru yang tak pernah peka bahkan setelah mengajar bertahun-tahun bahwa pendekatannya tak cocok dengan gaya belajar siswa. Guru yang reflektif mampu mengoreksi pendekatannya agar cocok dengan kebutuhan siswa, bukan malah terus menyalahkan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran.


Kolaboratif. Ini adalah salah satu keunikan pembelajaran abad 21. Guru dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembelajaran. Selalu ada mutual respect dan kehangatan sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan. Selain itu guru juga membangun kolaborasi dengan orang tua melalui komunikasi aktif dalam memantau perkembangan anak.

Menerapkan student centered. Ini adalah salah satu kunci dalam pembelajaran kelas kekinian. Dalam hal ini, siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Karenanya, dalam kelas abad 21 metode ceramah tak lagi populer untuk diterapkan karena lebih banyak mengandalkan komunikasi satu arah antara guru dan siswa.

Menerapkan pendekatan diferensiasi. Dalam menerapkan pendekatan ini, guru akan mendesain kelas berdasarkan gaya belajar siswa. pengelompokkan siswa di dalam kelas juga berdasarkan minat serta kemampuannya. Dalam melakukan penilaian guru menerapkan formative assessment dengan menilai siswa secara berkala berdasarkan performanya (tak hanya tes tulis). Tak hanya itu, guru bersama siswa berusaha untuk mengatur kelas agar menjadi lingkungan yang aman dan suportif untuk pembelajaran. 


*dari berbagai sumber

Rabu, 01 Agustus 2018

Tips Menjadi Guru Yang Pembelajar

Apakah anda seorang guru yang pembelajar? 
Temukan ciri cirinya disini !



“To become a teacher isn’t just to begin teaching it’s also to set off on a new journey with your own learning”
Menjadi seorang guru bukan soal mengajar saja, namun bersiaplah untuk memulai petualangan/perjalanan anda sendiri sebagai seorang pembelajar.

A good teacher can inspire hope, ignite the imagination, and instill a love of learning”
“Seorang guru yang baik bisa menginspirasi harapan, menyalakan imajinasi, dan menanamkan cinta belajar”

“A teacher’s enthusiasm for learning is infectious. It’s a good bug to catch!”
“Antusias seorang guru untuk belajar menular. Ini adalah peluang yang bagus untuk ditangkap! “

“Don’t be the teacher people are waiting ro retire. Always be learning new things”
“Jangan menjadi guru yang hanya menunggu untuk menjadi pensiun. Selalulah belajar hal baru “

Guru pembelajar mudah ditemukan di ruang guru sebuah sekolah, cirinya antara lain:
  1. Jika diajak bicara yang keluar adalah berbagi pengalaman dan bukan curhat
  2. Temannya banyak, dan kebanyakan ada di luar sekolah, ketemunya di acara-acara seminar lomba atau pelatihan
  3. Punya facebook isinya mengenai berita kependidikan terbaru dan bukan berita fitnah hoaks atau berbagai masalah tunjangan dan lain-lain.
  4. Kepada murid ia mau mendengar dan mau belajar serta bukan sosok yang maha besar serta maha tahu.
  5. Jarang sekali meratapi status kepegawaian atau tunjangan ini itu, buat dia rejeki akan selalu ada dan berkah jika ia menomor satukan siswa.
  6. Senang mencoba teknik baru dalam mengajar
Secara pribadi anda juga bisa jadi guru pembelajar, berikut ini caranya:
  1. Baca blog pendidikan atau jurnal pendidikan
  2. Videokan pembelajaran anda sendiri (Saat anda mengajar)
  3. Membuat blog hasil refleksi pembelajaran
  4. Membuat portofolio mengenai pembelajaran anda sendiri, bukan yang isinya sertifikat seminar saja
  5. Belajar mandiri kurikulum 2013
  6. Jadi guru yang aktif di MGMP nya
Guru pembelajar memaknai karirnya sebagai perjalanan, ia senang mengatakan pada diri sendiri bahwa jika ia gagal atau salah dalam bersikap atau dalam mengajar maka ia akan katakan bahwa ini titik dimana perjalanan saya sedang diarahkan oleh keadaan bukan akhir dari segalanya. Guru pembelajar punya pola pikir bertumbuh dan senang mencoba hal baru dengan kecepatan yang terukur dan tidak terburu-buru.
Jadi selamat memaknai karir bapak ibu sebagai perjalanan yang menyenangkan.



Di Tulis Oleh : Agus Sampurno (Anggota Ikatan Guru Indonesia)

Guru VS Nelayan

          Suatu minggu seorang guru pergi untuk melakukan penelitian di sebuah pedalaman. Sulitnya medan perjalanan memaksa guru ini untuk menempuh jalur lain yaitu sebuah sungai. Tanpa berfikir panjang sang guru segera mencari seorang nelayan untuk menyeberangi sungai tersebut.

          Selama perjalanan diatas kapal sang guru bertanya kepada sang nelayan, “ Apakah Bapak pernah belajar biologi?” Dengan polos sang nelayan menjawab, “ Apa itu biologi? Makanan ikan, ya?” Dengan nada menggurui sang profesor menjawab, “ Masak Anda tidak tahu apa itu biologi? Itu artinya Anda sudah kehilangan 20 persen dari bagian hidup Anda! “ Beberapa menit kemudian sang profesor kembali bertanya, “Apakah Bapak tahu apa itu fisika?” Dengan minder sang nelayan menjawab, “yang pasti bukan makanan ikan, kan?” Dengan nada yang meremehkan sang guru menjawab, “ Ck ck ck…., Anda sama saja sudah kehilangan 50 persen dari bagian hidup Anda!” Selang beberapa  waktu sang guru kembali bertanya, “Kalau Anda tidak tahu apa itu biologi dan fisika, tentu Anda tahu akan geografi, bukan?” sang nelayan menjawab, saya memang idiot, sayapun tidak tahu apa itu geografi.” Dengan tertawa terbahak-bahak sang profesor berkata, “ Anda betul-betul sudah kehilangan 80 persen dari bagian hidup Anda!”Sesaat sebelum profesor memberikan pertanyaan keempat, arus sungai mendadak berubah menjadi deras. Derasnya arus membuat kapal bergoyang dengan sangat keras. Sang guru tidak dapat menguasai keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. Dengan panik sang guru berteriak, Toloooooong!” Dalam keadaan panik sang nelayan bertanya, “ Anda tidak bisa berenang?” Dalam keadaan tenggelam sang profesor menjawab, “Saya tidak bisa berenang!!” Dengan berani sang nelayan menjawab, “ Kalau begitu Anda sudah kehilangan 100 persen dari bagian hidup Anda!”
Cerita ini mungkin hanyalah cerita fiktif belaka, namun inilah yang sering terjadi dalam kehidupan nyata. Seorang yang sangat pintar belum tentu bisa menggunakan pengetahuannya untuk bertahan hidup. Pengetahuan adalah kekuatan sampai Anda menggunakannya.

          Seorang guru yang menguasai ilmu yang diajarkannya belum tentu lebih pintar dari murid yang dalam hal prakteknya, bisa jadi murid yang selama ini kita anggap lemah dalam memahami ilmu yang kita ajarkan dia lebih pintar menggunakan ilmu tersebut.Inilah realita, berapa banyak diantara kita yang berprofesi sebagai pengajar, kita lupa bahwa setiap anak adalah unik, mereka bisa saja tidak menguasai ilmu yang kita ajarakan namun bisa jadi dia lebih pintar dari kita dalam hal yang lain, karena sesungguhnya pasti Tuhan yang maha esa telah membekali setiap mahluknya dengan segala potensi yang ada pada dirinya.

              Terlalu lemah diri kita jikalau kita mengangggap diri kita serba tahu dan mereka tidak tahu apa-apa atau tidak bisa apa-apa, kita tahu bukan berarti kita lebih pintar, kita tahu hanya saja kita belajar lebih dahulu dari mereka, bukan tidak mungkin dimasa mendatang mereka jauh lebih pintar dari kita, guru yang hebat bukanlah guru yang merasa lebih tahu dari muridnya namun guru yang hebat itu adalah guru yang bisa memahami kehebatan setiap murid-muridnya.