Rabu, 01 Agustus 2018

Guru VS Nelayan

          Suatu minggu seorang guru pergi untuk melakukan penelitian di sebuah pedalaman. Sulitnya medan perjalanan memaksa guru ini untuk menempuh jalur lain yaitu sebuah sungai. Tanpa berfikir panjang sang guru segera mencari seorang nelayan untuk menyeberangi sungai tersebut.

          Selama perjalanan diatas kapal sang guru bertanya kepada sang nelayan, “ Apakah Bapak pernah belajar biologi?” Dengan polos sang nelayan menjawab, “ Apa itu biologi? Makanan ikan, ya?” Dengan nada menggurui sang profesor menjawab, “ Masak Anda tidak tahu apa itu biologi? Itu artinya Anda sudah kehilangan 20 persen dari bagian hidup Anda! “ Beberapa menit kemudian sang profesor kembali bertanya, “Apakah Bapak tahu apa itu fisika?” Dengan minder sang nelayan menjawab, “yang pasti bukan makanan ikan, kan?” Dengan nada yang meremehkan sang guru menjawab, “ Ck ck ck…., Anda sama saja sudah kehilangan 50 persen dari bagian hidup Anda!” Selang beberapa  waktu sang guru kembali bertanya, “Kalau Anda tidak tahu apa itu biologi dan fisika, tentu Anda tahu akan geografi, bukan?” sang nelayan menjawab, saya memang idiot, sayapun tidak tahu apa itu geografi.” Dengan tertawa terbahak-bahak sang profesor berkata, “ Anda betul-betul sudah kehilangan 80 persen dari bagian hidup Anda!”Sesaat sebelum profesor memberikan pertanyaan keempat, arus sungai mendadak berubah menjadi deras. Derasnya arus membuat kapal bergoyang dengan sangat keras. Sang guru tidak dapat menguasai keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. Dengan panik sang guru berteriak, Toloooooong!” Dalam keadaan panik sang nelayan bertanya, “ Anda tidak bisa berenang?” Dalam keadaan tenggelam sang profesor menjawab, “Saya tidak bisa berenang!!” Dengan berani sang nelayan menjawab, “ Kalau begitu Anda sudah kehilangan 100 persen dari bagian hidup Anda!”
Cerita ini mungkin hanyalah cerita fiktif belaka, namun inilah yang sering terjadi dalam kehidupan nyata. Seorang yang sangat pintar belum tentu bisa menggunakan pengetahuannya untuk bertahan hidup. Pengetahuan adalah kekuatan sampai Anda menggunakannya.

          Seorang guru yang menguasai ilmu yang diajarkannya belum tentu lebih pintar dari murid yang dalam hal prakteknya, bisa jadi murid yang selama ini kita anggap lemah dalam memahami ilmu yang kita ajarkan dia lebih pintar menggunakan ilmu tersebut.Inilah realita, berapa banyak diantara kita yang berprofesi sebagai pengajar, kita lupa bahwa setiap anak adalah unik, mereka bisa saja tidak menguasai ilmu yang kita ajarakan namun bisa jadi dia lebih pintar dari kita dalam hal yang lain, karena sesungguhnya pasti Tuhan yang maha esa telah membekali setiap mahluknya dengan segala potensi yang ada pada dirinya.

              Terlalu lemah diri kita jikalau kita mengangggap diri kita serba tahu dan mereka tidak tahu apa-apa atau tidak bisa apa-apa, kita tahu bukan berarti kita lebih pintar, kita tahu hanya saja kita belajar lebih dahulu dari mereka, bukan tidak mungkin dimasa mendatang mereka jauh lebih pintar dari kita, guru yang hebat bukanlah guru yang merasa lebih tahu dari muridnya namun guru yang hebat itu adalah guru yang bisa memahami kehebatan setiap murid-muridnya.

1 komentar: